Desa Naekake A, Kec. Mutis, Kab. Timor Tengah Utara, Nusa Tenggara Timur

Desa Naekake A berada di Kec.Mutis, Kab. Timor Tengah Utara, Nusa Tenggara Timur.Desa Naekake A berada di kaki gunung Mutis, berada di dataran tinggi dan disekitar perbukitan.Luas daerahnya kurang lebih sebanyak ±1.080,95 ha/mMasyarakat di Desa Naekake A dikenal sebagai masyarakat yang penuh budaya dan kaya akan keberagaman. Salah satunya ditandai dengan adanya cara berpakaian. Salah satu hal yang paling berpengaruh terhadap cara berpakain ialah bahan dasar berpakaian . Jika di masyarakat Jawa terdapat batik maka di masyarakat lainnya khususnya masyarakat Naekake A terdapat kain tenun. selain itu salah satu tradisi ritus agraris yang masih hidup dan terus dikembangkan dalam masyarakat Dawan sampai sekarang ini adalah Tradisi Fua Pah, sebuah tradisi Desa Naekake A pemujaan roh yang dilaksanakan di tempat-tempat tertentu seperti di kebun-kebun, gunung-gunung dan bukit-bukit. Untuk mengambil hati dan menghindari kemarahan Pah Tuaf, masyarakat Dawan seringkali memberikan berbagai korban persembahan dalam upacara adat yang disebut Fua Pah.

Uis Pah atau Pah Tuaf adalah makhluk halus yang dianggap merugikan manusia akan tetapi sangat membantu masyarakat dawan khususnya di Naekake A, sehingga sebagian masyarakat Dawan menyebutnya sebagai setan. Uis Pah ini diyakini bertempat tinggal di pohon-pohon, batu-batu besar, sungai-sungai, serta tempat-tempat tertentu di sekitar kediaman manusia.

Wilayah Desa Naekake A ini sebagian besar adah  tanah perkebunnan dan ladang yang sangat luas. selain itu masyarakat Desa Naekake A masih ingin terus mengembangkan lahan perkebunan yang tersedia sangat luas. misalnya dengan menanami perkebunan mereka dengan Palawija dan berbagai jenis tanaman lainnya.

Desa Naekake A juga termasuk ke dalam desa yang memanfaatkan fasiltas DBT (Desa Broadband Terpadu) dengan baik. terbukti dengan adanya website desa untuk menyampaikan informasi tentang Desa Naekake A. tapi tidak banyak istilah seputar teknologi informasi yang dipahami warga. Istilah yang dikenal warga tidak jauh dari seputar Facebook.

Geografi dan Ikim

Desa Naekake A berada di kaki gunung Mutis. Desa berada di dataran tinggi dan disekitar perbukitan.Iklim si Desa naekake A ini beriklim tropis. Suhu rata-rata adalah 22.1oC. Dengan curah hujan rata-rata dalam setahun 1313 mm.

Desa Naekake A berbatasan dengan wilyah atau desa-desa lainnya, diantaranya:

Utara               : Negara Timor Leste

Timur               : Desa Tasnifu

Selatan            : Desa Noelelo

Barat               : Desa Naekake B

sejarah Desa Naekake A

Sebelum pemerintahan Hindia Belanda membentuk kerajaan (Landeschapen) di Miomaffo, Swapraja, Kefetoran dan Ketemukn dihukungan, Naekake di bawah kepemimpinan Kloe Pose Taninas tidak perintah oleh Swapraja manapun, sampai ditangkap dan dibukum Pemerintah Hindia Belanda, maka pada saat itu Naekake diperintah oleh Swapraja, Keferoran Aplal pada Tahun 1924.

Pada masa Pemerintahan Hindia Belanda susunan struktur Pemerintahan diatur secara Ketemukungan yaitu jabatan Menengah setelah Onderrafting menjadi Pusat Pemerintahan Hindia Belanda di Timor Tengah Utara. Susunan pemerintahan diatur secara Landescapen kerajaan swapraja, kefetoran dan ketemukungan. Ketemukungan dibagi menjadi 2 (Dua) yaitu temukung Naek dan Tamukung Ana. Naekake yang sejak itu dikenal sebagai Tamukung Naek Tali, dan Tamukung I yaitu Sani Tefa, Tamukung II yaitu Tbati Efi, Tamukung III yaitu Ulan Efi, Tamukung IV yaitu Lazarus Efi (1956-1958), Tamukung V yaitu dipimpin oleh Gabriel Efi (1956-1958) dan pada Tahun 1959-1968 adalah Zakarias Nanis.

Dalam menjalankan tugas ketemukungan sebagai pembantu fetor membawahi mafefa (Juru bicara) dan temukung Ana, juga membawahi Nakaf/Nimasi (Tokoh Adat) yang mana memiliki peran terendah diberi kewenangan mengurus masyarakat pada masa itu.

Pada Tahun 1964 dengan Keputusan Gubernur KDH. Swatantra Tk. I Nusa Tenggara Timur Nomor : Und.2/1/27 Tanggal 4 November 1964 tentang Pembentukan Desa Gaya Baru di Seluruh Daerah Swantantra Tingkat II Dalam wilayah Daerah Swatantra Tingkat I Nusa Tenggara Timur dan ditindaklanjuti dengan Surat Keputusan Bupati KDH Tingkar II Timor Tengah Utara Nomor : DD.12/II/I tanggal 7 Mei 1969 mengenai Pembentukan Desa-desa Gaya Baru Di Kabupaten Daerah Tingkat II Timor Tengah Utara.

Pada masa tersebut, Kepala Desa Pertama dijabat oleh Mikhael Kebo dan Juru Tulis Mikhael Efi dari Tahun 1969-1978, Kepala Desa Kedua dijabat oleh Ubaldus Tamelab dan Juru Tulis Mikhael Elu dari Tahun 1979- 1985, Kepala Desa Ketiga oleh Milikhiur Kebo dan juru tulis Serfasius Elu Periode I Dan Periode II Juru tulis Fransiskus Taninas dari Tahun 1986-2002. Kepala Desa keempat oleh Yoseph Efi dan Sekertharis oleh Dominggus Obe dan pada tanggal 30 Juni 2005 Sekertaris dijabat Oleh Marianus Nunu Obe dari tahun 2003-2007, Kepala Desa Kelima Oleh Fransiskus Taninas dan Sekertaris Marianus Nunu Obe dari tahun 2008-2013. Pada tahun 2014 penjabat Kepala Desa Oleh Marianus Nunu Obe. Kepala Desa Keenam oleh Milikhiur Kebo dan Sekertaris Marianus Nunu Obe dari tahun 2015 – Sekarang.

Administrasi dan Kelembagaan

Dalam struktur administrasi pemerintahannya, Desa Naekake A dipimpin oleh seorang Kepala Desa. Pemilihan kepala Desa dilakukan secara Demokratis melalui mekanisme Pilkades. Kepala Desa dalam kepengurusannya dibantu oleh perangkat-perangkat desa seperti Sekretaris Desa.

selain itu di Desa Naekake A memiliki lembaga-lembaga lain diantaranya:

  1. Lembaga Adat
  2. Koperasi Simpan Pinjam
  3. Kelompok Tani
  4. Posyandu
  5. Karang Taruna
  6. LKMD
  7. OMK (Organisasi Muda Katolik)

Kependudukan

Secara keseluruhan jumlah penduduk Desa Naekake adalah 1242 orang. Jika dikelompokkan berdasar kelompok, umur terbanyak sekitar 14,47% berada dalam batas usia antara 11-15 tahun, yang terdiri dari:

  • Laki-laki         : 617 jiwa
  • Perempuan    : 625 jiwa

Jika diurutkan berdasar jumlah suku bangsa, yang terbanyak adalah suku Taninas, Tonis (Kebo), Sais (Falo), Bakus (Bani), Testoke (Nanis), Baimnasi (Kenat).

 Keadaan Sosial dan Ekonomi

Desa Naekake A dapat dikategorikan sebagai desa pertanian. Hal ini karena sebagian besar masyarakat bekerja sebagai petani. Disamping itu, beberapa warga juga memiliki ternak ayam, sapi, kambing, dan babi untuk menambah penghasilan.

Kondisi Fasilitas/Sarana Mata Pencaharian Utama Masyarakat Desa dikategorikan buruk. Sejak bulan Maret 2015 tidak turun hujan, sehingga lahan perkebunan menjadi kering dan sulit untuk ditanami. Pertanian hanya mengandalkan air hujan, sehingga hasil pertanian tidak dapat digunakan untuk menambah penghasilan. Pertanian hanya untuk memenuhi kebutuhan sendiri. Untuk menambah penghasilan, warga menjual ternaknya. Komoditas yang mereka jual adalah: ayam, kambing, sapi, dan babi. Untuk hewan yang kecil, terkadang mereka jual kepada sesama warga. Sedangkan hewan ternak besar, dijual ke kota.

Dari sektor pertanian, komoditas utama yang dihasilkan adalah padi dan jagung. Sedangkan untuk sektor peternakan adalah sapi dan babi. selain itu juga mereka menanami lahan mereka dengan dengan kacang tanah yang menjadi salah satu potensi Desa ini. dan kegiatan Masyarakat Desa selain bertaini mereka juga menjadi Tukang Kayu dan Tukang Batu untuk mencukupi kehidupan mereka meski dengan hasil yang kurang baik.Rata-rata pendapatan bulanan di Desa ini Rp. 500.000,-/ bulan.

Akses menuju Desa Naekake A/ Transfortasi

Dikarenakan Desa ini berada di pelosok dan juga perbatasan, infrastruktur jalannya masih belum ada perbaikan. bahkan bisa dikategorikan jalan menuju desa iniburuk sekali, masih berupa batu dan tanah. Bahkan, untuk menuju desa Naekake A harus melintasi sungai tanpa jembatan. Bila turun hujan, besar kemungkinan akses menuju desa terputus. Di dalam desa, hanya sebagian ruas jalan saja yang telah disemen. Itu pun kondisinya sudah buruk.

Dengan kondisi jalan seperti itu akses menju Desa ini sangat sulit dilalui oleh kendaraan biasa. Harus menggunakan kendaraan khusus atau yang beroda besar. Selain itu Desa Naekake A berjarak sekitar 190 km dari kota Kupang. akses jalannya cukup sulit untk dilalui karena jalanan yang berbatu dan harus melewati sungai untuk dapat memasuki wilayah desa. Pada musim hujan, akses menuju desa benar-benar tertutup karena aliran sungai yang cukup deras sehingga membuat masyarakat tidak dapat menuju dan atau keluar dari desa. Di wilayah sungai juga tidak tersedia jembatan.

Pendidikan

Karena masih kurang baiknya infrastruktur di Desa ini Mayoritas pendidikan masyarakat di Desa Naekake A adalah lulusan  Sekolah Dasar (SD). meski begitu masyarakat tetap memiliki semangat dalam hal pendidikan meski berhdapan dengan masalah infrastuktur jalan dan seklah. Di desa Naekake A juga sudah tersedia bangunan sekolah berupa Sekolah Dasar(SD), Sekolah mnengah Pertama (SMP), dan  Pendidikan Usia Dini (PAUD) maaasing-masing satu bangunan.

Aktivitas Desa Membangun

Desa naekake A memang masih belum maju di pidang pembangunan. namun pemerintah Desa terus berusaha utuk memajukan meningkatkannya. dengan melakukan bantuan rumah tidak layak huni. Pemerintah Desa Naekake A  Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur (NTT), telah mendata dan Foto rumah yang tidak layak huni yang diperuntukkan bagi warga miskin di Desa Naekake A.

Kepala Desa Naekake A Milikhior Kebo menyatakan bahwa dengan adanya program Berarti (Bantuan Rumah tidak Layak Huni) yang di tetapkan oleh Bapak Bupati Raymundus Sau Fernandes untuk membantu warga miskin terutama di desa saya. jumlah KK di Desa Naekake A Kurang Lebih 400 lebih KK ini bisa Bisa dapat bantuan rumah tidak layak huni ini.

“Kami berharap, dengan program ini berjalan, angka kemiskinan semakin turun setiap tahun.

selanjutnya Kebo menegaskan Pembangunannya dilakukan secara gotong royong dan dibagi setiap rukun tetangga (RT). Masyarakat yang ada di dalamnya akan terlibat secara langsung, Bukan kerja sendiri – sendiri.

Ruang Belajar Berbagi dan Berpartisipasi Masyarakat dalam Pengelolaan Internet Desa

Program Desa Broadband Terpadu (DBT) yang telah dihibahkan pemerintah pusat (KemKominfo) kepada masyarakat Desa Naekake A, hal tersebut banyak memberi nilai yang positif bagi masyarakat. pada umumnya masyarakat yang dulunya asing dengan internet kini menjadi hal yang sangat menjadi salah satu kebutuhan untuk berkomunikasi baik secara individu maupun komunitas.

Saat ditanya (Pandu) kepada Salvinus Fallo selaku Ketua Karang taruna Desa Naekake A, Apa sih manfaat yang dirasakan dari program Desa Broadband ini untuk kalian? Simple jawabannya Wah manfaatnya luar biasa pak! Dulu kami tidak pernah merasakan atau menyentuh langsung yang namanya komputer tetapi sekarang dengan adanya Desa Broadband Terpadu (DBT) ini kami merasakan besar sekali manfaatnya dan juga bisa mengakses banyak hal. biarpun kita di desa perbatasan yang serba berkekurangan tetapi dengan adanya Internet Desa akan mempermudah kita. Ungkapnya

Antusiasme dan minat masyarakat ini semakin hari semakin bertambah. Hal ini menunjukkan bahwa secara perlahan masyarakat sangat membutuhkan informasi (layanan internet) yang gratis.

Hanya saja dalam segi infrastruktur jalan masih belum bisa di atasi, dan juga belum adanya jembatan yang menghubungkan akses dari kota ke Desa terssebut.

Comments

So empty here ... leave a comment!

Tinggalkan Balasan

Sidebar



%d blogger menyukai ini: