Desa Padang Lampe, Kec. Marang, Kab. Pangkajene Kepulauan, Sulawesi Selatan

Desa Padang Lampe merupakan Desa yang terletak di Kecamatan Marang, Kabupaten Pangkajene Kepulauan, sulawesi selatan. Dengan luas wilayah kurang lebih ± 1.385,51 ha dengan jumlah keluarga kurang lebih ±831, jumlah penduduk perempuan 1.975 Orang dan jumlah penduduk laki laki 2.071 Orang.Jumlah : 4.046 Orang, Pekerjaan yang dilakukan oleh warga rata-rata seorang petani dan berkebun. Namun untuk perempuan rata-rata bekerja menjadi ibu rumah tangga dan pengrajin rumahan. Selain menjadi seorang petani ada juga yang bekerja menjadi wirausaha dan mahasiswa juga pelajar.

Desa Padang lampe sebagian besar wilayahnya merupakan hutan dan perkebunan. bayak warga yang memanfaatkan lahan dan hutannnya itu sebagai sumber penghasilan utamanya. Seperti perkebunan jagung yang menjadi potensi utama warga Desa Padang Lampe.

Selain hutan yang hijau dan lahan perkebunan yang luas, ada juga pantai yang dimanfaatkan oleh warga Desa Padang Lampe untuk untuk menambah penghasilan pendapatan mereka, namun itu tidak dijadikan potensi utama Desa Padang Lampe. Dibalik banyaknya potensi atau sumber usaha yang bisa dimanfaatkan oleh warga Desa Padang Lampe, masih ada  banyak warga yang masih belum punya pekerjaan tetap, bahkan masih ada yang kerjanya hanya diam dan tidur saja di rumah.

Desa Padang Lampe juga termasuk ke dalam desa yang memanfaatkan fasiltas DBT (Desa Broadband Terpadu) dengan baik. terbukti dengan menjadikan web desa sebagai media penyampai berita dengan baik. namun, pengelola web Desa Padang lampe masih kurang update terkait dengan semua berita tentang desa terbukti masih ada data yang kosong di web Desa Padang Lampe.

Geografi dan Iklim

Secara geografis Desa Padang Lampe berada di wilayah dataran rendah, Dengan luas wilayah kurang lebih ± 1.385,51 ha, dengan ketinggian Tanah dari Permukaan Laut : 50 – 20 M. Berikut uraian Geografi Desa Padang Lampe

 

Luas dan Batas Wilayah :

Luas Desa / Kelurahan : 1.385,51 Ha

Batas Wilayah :

Sebelah Utara : Desa Alesipitto

Sebelah Selatan : Kec.Labakkang – Kel.Attangsalo

Sebelah Barat : Kel.Ma’rang

Sebelah Timur : Kec.Bungoro – Kel.Attangsalo

Kondisi Geografis :

Ktinggian Tanah dari Permukaan Laut : 50 – 20 M

Banyaknya Curah Hujan : 3.174 mm/thn

Topografi (Dataran Rendah , Tinggi , Pantai) : 70%DTR 30% DTT

Suhu Udara Rata – Rata : 25 – 30 c

Orbitasi ( Jarak dari Pusat Pemerintahan Desa / Kelurahan ) :

Jarak dari Pusat Pemerintahan Kecamatan : 8 Km

Jarak dari Pusat Pemerintahan Kota Administratif : – Km

Jarak dari Ibukota Kabupaten/KotamadyaDaerah Tingkat II : 22 Km

Jarak dari Ibukota Propinsi Dati I : 74 Km

Jarak dari Ibukota Negara : – Km

PERTANIAN

Status

Sertifikat Hak Milik : 351 buah 541,61Ha

Sertifikat Hak Guna Usaha : buah Ha

Sertifikat Hak Guna Bangunan : buah Ha

Sertifikat Hak Pakai : buah Ha

Tanah Kas Desa

Tanah Bengkok : – Ha

Tanah Titisara : – Ha

Tanah Pengonan : – Ha

Tanah Desa Lainnya : – Ha

Tanah Bersertifikat : 131 buah 262 Ha

Tanah Bersertifikat melalui PRONA : 220 buah 279,61 Ha

Tanah yang belum Bersertifikat : buah 843.90 Ha

Sejarah Desa Padang Lampe

Nama Padang Lampe terdiri dari dua suku kata yaitu Padang  dan kata Lampe. Dalam bahasa Indonesia Padang artinya lapangan yang sangat luas. Lampe artinya panjang. Jadi Padanglampe adalah hamparan yang luas dan panjang. Nama Padanglampe diberikan pertama kali oleh almarhum Andi Baso Daeng Maggading.

Pada zaman Pemerintahan Hindia Belanda, Padanglampe masih berstatus kampung dari salah satu Distrik Ma’rang. Kepala Kampung yang pertama adalah Andi Baso Daeng Maggading (Tahun 1942-1962). Kemudian pada tahun 1962 kampung Padanglampe berubah status menjadi Desa Padanglampe (Kepala Desa pertama adalah H.Andi Muh.Ali sampai pada tahun 1976). Wilayah Desa Padanglampe pada saat itu meliputi beberapa Rukun Kampung, yaitu:

a. Punranga
b. Ujung
c. Gelleng
d. Alebonto-bonto
e. Alesipitto
f. Padanglampe
g. Sambau

Akibat perkembangan penduduk, satu per satu dari Kampung tersebut di atas memisahkan diri dari Desa Padanglampe (masuk wilayah Desa/Kelurahan lain) bahkan Kampung Punranga dan Alesipitto sudah menjadi Desa tersendiri. Pada saat ini Desa Padanglampe terdiri atas 4 buah Dusun, masing-masing: Padanglampe, Sambau, Balangkatala dan Dusun Alekarajae

Asal kata PADANGLAMPE Bermula dari dua suku kata yaitu kata Padang dan kata Lampe. Padang dalam bahasa Indonesia artinya Lapangan yang sangat luas sedangkan Lampe adalah Bahasa Bugis yang artinya Panjang. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa Padanglampe adalah Hamparan Padang (Lapangan) yang Luas dan Panjang. Nama ini diberikan oleh seorang putera Padanglampe yang bernama ANDI BASO DAENG MAGGADING pada zaman pemerintahan Hindia Belanda.

Pada masa itu Padanglampe masuk dalam bagian distrik  Ma’rang  Onder Afdeling Pangkajene. Karena letak Padanglampe yang sangat jauh yaitu kurang lebih 8 km dari kantor Kepala Distrik Ma’rang dan masih terbatasnya sarana transportasi pada masa itu. Maka untuk memudahkan koordinasi dan komunikasi antara penduduk Padanglampe dengan Kepala Distrik Ma’rang utamanya keamanan masyarakat, H. ANDI PINTARA sebagai Kepala Pemerintahan Distrik Ma’rang menugaskan ANDI BASO DAENG MAGGADING sebagai Kepala Kampung Padanglampe dari tahun 1940-1960. Akhirnya Kampung Padanglampe menjadi Desa Padanglampe.

Desa Padanglampe terletak pada ketinggian 15-20 m dari Permukaan Laut terdiri dari 70% dataran rendah dan 30% dataran tinggi. Suhu udara rata-rata berkisar antara 250C-300C dengan curah hujan 3.174 mm/tahun. Letaknya cukup strategis karena berbatasan langsung dengan empat daerah. Disebelah Utara berbatasan dengan Desa Alesipitto, di sebelah Selatan dengan Kelurahan Attangsalo-Kecamatan Labakkang, di sebelah Timur dengan Kecamatan Bungoro-Kecamatan Segeri dan di sebelah Barat dengan Kelurahan Ma’rang . Jarak dari pusat pemerintahan Kecamatan + 8 km, dari ibukota Kabupaten + 22 km dan dari ibukota Provinsi + 24 km.

Luas desa kurang lebih 1.385 Ha yang terdiri dari tanah sawah, tanah kering, tanah perkebunan, tanah fasilitas umum dan tanah hutan. Jumlah penduduk 3.189 jiwa terdiri dari 1.593 jiwa penduduk laki-laki dan 1.596 jiwa penduduk perempuan dengan jumlah Kepala Keluarga 773 KK. Terbagi dalam 4 (empat) dusun yaitu Dusun Balangkatala, Dusun Alakarajae, Dusun Sambau dan Dusun Padanglampe sendiri sebagai pusat Pemerintahan.
Dalam bidang Pendidikan di desa Padanglampe terdapat 1 buah SLTA/Sederajat, 3 buah SLTP/Sederajat, 4 buah SD/Sederajat, 1 buah TK, dan 1 buah TPA, serta 1 buah PAUD. Dalam bidang Keagamaan terdapat 5 buah Masjid dan 1 buah Gereja. Di bidang Kesehatan terdapat 1 buah Puskesmas, 1 buah Posyandu dengan 1 orang dokter umum, 5 orang Paramedis dan 1 orang Bidan Desa.

Administrasi dan Kelembagaan

  • JUMLAH PERANGKAT DESA/KELURAHAN :

Kepala Urusan dan Seksi : 5 Orang

Kepala Dusun : 4 Orang

Staf : 5 Orang

  • PEMBINAAN RT/RW :

Jumlah RT : 18 Orang

Jumlah RW : 8 Orang

Jumlah RT dan RW Tertera : 26 Orang

  • JUMLAH PELAYANAN MASYARAKAT :

Pelayanan Umum : 4 Orang

Pelayanan Kependudukan : 1 Orang

Pelayanan Legalisasi : – Orang

  • PAJAK/RETRIBUSI :

Pajak Bumi Bangunan ( PBB )

Jumlah Wajib Pajak ( WP ) : Orang

Jumlah SPPT : 2.922 Lembar

Jumlah Ketetapan : Rp 42.945.414

Jumlah Realisasi : Rp 30.061.789

  • LEMBAGA MUSYAWARAH DESA ( LMD )

Jumlah Anggota BPD : 11 Orang

Tanggal, Bulan dan Tahun

Pembentukan : 21 Agustus 2013

  • KEPUTUSAN DESA :

Jumlah Keputusan Desa yang

Ditetapkan : 23 Buah

Jumlah Keputusan Desa yang

Disyahkan : 23 Buah

  • KEPUTUSAN KEPALA DESA / KEPALA KELURAHAN :

Jumlah Keputusan sebagai tindak lanjut

Dari Keputusan Desa : 23 Buah

Jumlah Keputusan yang merupakan

Kebijaksanaan Kepala Desa /

Kepala Kelurahan : 5 Buah

Jumlah Keputusan Kepala Desa

Yang bersifat mengatur : 18 Buah

Jumlah Keputusan Kepala Desa

Yang bersifat tidak mengatur : 5 Buah

Kependudukan

Jumlah penduduk di desa ini lumayan produktip dengan jumlah penduduk mencapai 4.046 Orang, Desa ini lumayan banyakakan penduduk. Tetapi karena memiliki wilayah yang sangat luas mencapai  ± 1.385,51 ha membuat desa ini tidak merasa sempit.

Berikut paparan mengenai kependudukan di Desa Padang Panjang:

  1. Jumlah Penduduk Menurut Jenis Kelamin

    Laki – Laki : 2.071 Orang

    Perempuan : 1.975 Orang

         Jumlah : 4.046 Orang

  • Kepala Keluarga : 1.124 Orang

  • Kewarganegaraan :

    WNI :

    – Laki – Laki : 2.071 Orang

         – Perempuan : 1.975 Orang

           Jumlah : 4.046 Orang

          WNA :

          – Laki – Laki : – Orang

        – Perempuan : – Orang

          Jumlah : – Orang

  1. Jumlah Penduduk Menurut Agama/Penghayat terhadap TYME

  1. Islam : 4.035 Orang

  2. Kristen : 11 Orang

  3. Katholik : Orang

  4. Hindu : – Orang

  1. Budha : – Orang

  2. Penganut/Penghayat KepercayaanTerhadap Tuhan yang Maha Esa : – Orang

  1. Jumlah Penduduk Menurut Usia

  1. Kelompok Pendidikan :

  • 00 – 03 Tahun : 254 Orang

  • 04 – 06 Tahun : 351 Orang

  • 07 – 12 Tahun : 401 Orang

  • 13 – 15 Tahun : 143 Orang

  • 16 – 18 Tahun : 206 Orang

  • 19 – Keatas : 2.691 Orang

  1. Kelompok Tenaga Kerja :

  • 10 – 14 Tahun : 63 Orang

  • 15 – 19 Tahun : 222 Orang

  • 20 – 25 Tahun : 729 Orang

  • 27 – 40 Tahun : 1.001 Orang

  • 41 – 56 Tahun : 565 Orang

  • 57 – Keatas : 360 Orang

  1. Jumlah Penduduk Menurut Tingkat Pendidikan :

  1. Lulusan Pendidikan Umum :

  • Taman Kanak – Kanak/PAUD : 197 Orang

  •  Sekolah Dasar : 506 Orang

  • SMP/SLTP : 412 Orang

  • SMA/SLTA : 396 Orang

  • Akademi/D1 – D3 : 43 Orang

  • Sarjana ( S1 – S3 ) : 57 Orang

  1. Lulusan Pendidikan Khusus

  • Pondok Pesantren : 32 Orang

  • Madrasah : 523 Orang

  • Pendidikan Keagamaan : – Orang

  • Sekolah Luar Biasa : – Orang

  • Kursus/Keterampilan : 38 Orang

    Keadaan Sosial Ekonomi

    Desa Padang Lampang meruapakan desa yang ekonominya cukup berkembang dan maju, tidak heran jika masyarakat Desa Padang Lampang tidak hanya berprofesi sebagai petani tapi juga ada yang berprofesi saebagai PNS, ABRI, wirausaha dan lainnya. Berikut uraian tentang profesi masyarakat Desa Padang Lampe:

  1. Karyawan :

  • Pegawai Negeri Sipil : 89 Orang

  • ABRI : 3 Orang

  • Swasta : 74 Orang

  1. Wiraswasta/Pedagang : 631 Orang

  2. Tani : 544 Orang

  3. Pertukangan : 105 Orang

  4. Buruh Tani : 499 Orang

  5. Pensiunan : 31 Orang

  6. Nelayan : – Orang

  7. Pemulung : – Orang

  8. Jasa : 75 Orang

  • Jumlah Penduduk menurut Mobilitas/Mutasi Penduduk :

  1. Lahir

  • Laki – Laki : 75 Orang

  • Perempuan : 57 Orang

Jumlah : 132 Orang

  1. Mati

  • Laki – Laki : 36 Orang

  • Perempuan : 30 Orang

Jumlah : 66 Orang.

Akses Menuju Desa Padang Lampe / Transportasi

Akses menuju Desa Padang Lampe melalui jalur darat cukup baik dan layak untuk di pakai. jalan yang menghunbungkan antar Desa itu cukup baik tidak banyak yang rusak. Namun, masih ada banyak jalan yang perlu perbaikan seperti jalan menuju kedusuna dan perkampungan warga. jalan Dusun atau lingkungan yang panjangnya mencapai 16 Km, sekitar 5 Km masih harus diperbaiki dan sekarang sedang dalam tahap perbaikan. Sedangkan jalan Desa yang panjangnya mencapai 19 Km , mungkin hanya 5% yang perlu diperbaiki.

uraian jalan Desa Padang Lampe

  1. Dusun/Lingkungan : 16 Km (sekitar 5 Km yang masih dalam tahap perbaikan)

  2. Desa : 19 Km ( sekitar 5% yang perlu diperbaiki)

Pendidikan

Desa Padang Lampe yang terletak di Kecamatan Ma’rang Kabupaten Pangkajene Kepulauan merupakan salah satu central pendidikan agama Islam. Karena mayoritas warga Desa Padang Lampe adalah muslim jadi disini terdapat pesantren yang sangat besar, yaitu Pesantren Mahasiswa Universitas Muslim Indonesia DARUL MUKHLISIN. bukan hanya pesantren di Desa Padang Lampe ini juga terdapat beberapa sekolah formal diantaranya dan uraianya:

  • Lulusan Pendidikan Umum :

  1. Taman Kanak – Kanak/PAUD : 197 Orang

  2. Sekolah Dasar : 506 Orang

  3. SMP/SLTP : 412 Orang

  4. SMA/SLTA : 396 Orang

  5. Akademi/D1 – D3 : 43 Orang

  6. Sarjana ( S1 – S3 ) : 57 Orang

  • Lulusan Pendidikan Khusus

  1. Pondok Pesantren : 32 Orang

  2. Madrasah : 523 Orang

  3. Pendidikan Keagamaan : – Orang

  4. Sekolah Luar Biasa : – Orang

  5.  Kursus/Keterampilan : 38 Orang

 

Aktivitas Desa Membangun

Salah satu program kerja Desa Padang Lampe yang tertuang dalam 2017 adalah perbaikan jalan desa yang berlokasi menuju dusun Bulu Pao , Jalan poros desa ini merupakan jalan yang aktif dilalui oleh masyarakat desa padnglampe . khususnya bagi warga dusun sambau dan bulu pao. tidak hanya warga desa, warga luar desa luar pun pun sering melewati jalan poros desa ini.

warga desa pun begotong royong dalam proses pengerjaannya . sehingga saat ini telah memasuki tahap perampungan . Kegiatan ini merupakan usulan warga pada musyarawah desa dan menjadi RKPDes dan bersumber dari Dana Desa tahun 2017, diharapakan kedepan semua kegiatan bisa dirasakan manfatnya bagi seluruh warga.

pada hari senin tgl 27 maret 2017 Desa Padang Lampe melakukan pelatihan yang bertempat d kantor Desa Padang Lampe di latih langsung oleh Roedy Rustam selaku pandu BP2DK regional Sulawesi Selatan.

materi yang di ajarkan berupa cara penulisan website,sistem informasi,dokumentasi dan menulis di website.

 

 

 

Selain pembangunan jalan dan pembelajaran menulis website ada aktivitas lainnya juga yaitu usaha UMKM. Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) merupakan suatu unit usaha kecil yang berfungsi sebagai katup pengaman baik dalam menyediakan alternatif kegiatan usaha produktif, alternatif penyaluran kredit, maupun dalam hal penyerapan tenaga kerja. Keberadaan UKM sangat penting diperthankan guna membantu mengatasi berbagai masalah-masalah ekonomi dan sosial, khususnya yang berkaitan dengan upaya mengatasi pengangguran serta pengentasan kemiskinan

Ma’rang merupakan salah satu kecamatan di Pangkep yang memiliki banyak potensi yang bisa dijadikan sebagai pusat ekonomi kreatif oleh pemerintah. Salah satunya adalah kawasan perdesaan padanglampe, Alesipitto , punranga dan desa tamangapa.

Kawasan ini selain terkenal dengan hasil pertanian dan perkebunan yang melimpah,  juga terdapat banyak pelaku UMKM yang mulai dirintis oleh beberapa kelompok maupun perseorangan.

Salah satunya adalah Saharuddin (35),warga Desa padanglampe yang berdomisili di dusun alekarajae ini, memilih untuk mengembangkan usaha reparasi dan pembuatan furniture. Usaha yang mulai dirintisnya sejak setahun lalu kini mulai menggeliat, awalnya hanya sekdar tukang repasi kursi  dan furniture yang berbahan dasar kayu,  serta memanfaatkan kayu kayu bekas industri , namun ditangannya bisa menjadi karya yg bernilai ekonomis.

Comments

So empty here ... leave a comment!

Tinggalkan Balasan

Sidebar



%d blogger menyukai ini: